Sunday, October 20, 2013

Pengaruh Asuransi Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi



Dalam perkembangannya asuransi ternyata memberikan dampak yang positif kepada kehidupan sosial ekonomi.

Asuransi sangat memberikan manfaat bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan negara. Menurut Soeisno Djojosoedarso dalam bukunya “Prinsip-Prinsip Manajemen Risiko dan Asuransi”.

Adapun Pengaruh asuransi terhadap kehidupan sosial ekonomi tersebut , antara lain :

1.  Memberi Rasa Aman

Dalam aspek psikologis mungkin diwujudkan dalam sikap atau mungkin pula menimbulkan sikap baru, karena mereka menghendaki adanya alat pemuas terhadap keinginannya (akan rasa aman).

Bila keinginan tersebut tidak terpuaskan maka hal tersebut akan menimbulkan ketegangan, yang dapat menimbulkan reaksi-reaksi yang tidak sehat. Artinya bila rasa aman tidak terpenuhi reaksinya mungkin akan berbentuk rasa kekhawatiran, ketakutan terhadap ketidak-pastian.

Dimana cara pemenuhan terhadap kebutuhan/keinginan rasa aman salah satunya adalah melalui asuransi. Dengan adanya asuransi tersebut maka sebagian besar dari ketidak pastian, yang berpusat pada keinginan untuk memperoleh rasa aman terhadap bahaya tertentu akan dapat dieliminir, sehingga dapat menimbulkan suasana jiwa yang tenang serta rasa hati yang damai.


2.  Melindungi Keluarga Dari Perpecahan

Perusahaan asuransi jiwa akan memberikan santunan bila tertanggung meninggal dunia pada saat kontrak.

Suatu yang benar-benar tepat, sebab dating pada saat sangat dibutuhkan, yaitu kebutuhan dana untuk melanjutkan kehidupan keluarga, pada sumber utama penghasilan terputus/hilang. Uang santunan yang diterima akan merupakan salah satu alat untuk mempertahankan kerukunan dan keutuhan keluarga.

Sebab bila seseorang kepala keluarga meninggal dunia dan ia tidak mengasuransikan dirinya, maka keluarga yang ditinggalkan akan mengalami kesulitan keuangan,yang akan mendapatka akibat-akibat lain yang lebih jauh. Misalnya ibunya harus terpaksa bekerja diluar rumah atau bekerja keras, sehingga mengurangi kesempatannya untuk mengawasi anak-anaknya yang masih dibawah umur harus bekerja, menyebabkan terjadinya “ mental break down “   dn sebagainya.

Dengan demikian bila ada dari santunan dari perusahaan asuransi akibat-akibat tersebut dapat diminimalisir.


3.  Menghilangkan Ketergantungan

Sering kita jumpai bahwa perkembangan yang tidak menguntungkan yang dialami seseorang adalah disebabkan oleh factor-faktor ekonomi/keuangan yang dialami oleh oranglain, kepada siapa orang yang bersangkutan tergantung. Misalnya: kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh kesuksesan dimasa datang akan sangat dikuarangi karena tidak tersediany sumber-sumber dana yang memadai akibat ketidak mampuan orang tuanya, karena sudah tdak mampu  bekerja,menganggur dan sebagainya.

Orang-orang tua yang kapasitas kerjanya sudah menurun akan dapat  mengakibatkan: menurunya tingkat penghasilannya, yang selanjutnya dapat mengakibatkan menurunya standart kehidupanny,demolirasi,anak-anaknya tidak dapat melanjutkan sekolah.kehidupannya menyandarkan diri pada ‘belas kasihan’ orang lain dan sebagainya

Ketergantunga yang demikian itu akan dapat dikurangi apabila sebelumnya (pada saat kondisi orangtua masih sehat dan kuat) telah diatur suatu program asuransi untuk mengantisipasi ketergantungan tersebut. Misalnya melalui program asuransi beasiswa untuk menghindari ketergantungab anak bidang biaya untuk pendidikannya. Dimana bila ketidak mampuan itu tiba atau orang tua meninggal dunia sianak-anak akan mendapatkan biaya kelanjutan pendidikannya dan perusahaan asuransi.


4.  Menjamin Kehidupan Wanita Karir

Dewasa ini banyak wanita yang sengaja tidak memasuki janjang kehidupan brumah tangga, karena ingin mengejar karier dan tidak mau menggantungkan dirinya kepada orang lain, terutama yang menyangkut kebutuhan ekonominya.

Pada suatu ketika mereka itu akan menghadapi masalah yang berkaitan dengan pendanaan untuk penyediaan sarana pemenuhan kebutuhanannya,terutama yang berkaitan dengan penuruna proukvitas kerjanya, baik yang berkaitan dengan usiannya maupun kesehatannya. Padahal meraka ini umumnya juga tidak mau menerima bantuan baik dari keluarganya maupun dari lembaga-lembaga social pada saat menghadapi masalah tersebut.

Masalah-masalah tersebut diatas, terutama yang berkaitan dengan kemampuan untuk dapat tetap berdiri sendiri dimasa depan akan dapat dipecahkan melalui program asuransi yang tepat dengan demikian para wanita karier dapat meniti kariernya dengan baik, tanpa rasa kuatir terhadap masa depannya.


5.  Kontribusi Terhadap Pendidikan

Perusahaan-perusahaan asuransi jiwa telah jauh-jauh memberikan perhatian khusus dalam masalah penyediaan dana bagi kelanjutan pendidikan anak-anak setelah orang tua atau yang bertanggung jawab membiayainya meninggal dunia atau menurunnya kemampuannya. Penghasilan sendiri, sehingga akan mengalami kesulitan untuk melanjutkan pendidikannya.

Untuk mengantisipasi kenyataan tersebut perusahaan-perusahaan asuransi jiwa umumnya telah menyediakan berbagai bentuk asuransi, yang memungkinkan anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikannya, meskipun orang tua/ walinya meninggal dunia atau menurun kemampuannya

Aspek lain dalam kaitannya dengan maslah kelanjutan pendidikan, misalnya seorang mahasiswa yang jauh dari orang tuanya, bila dia pada suatu ketika mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dana yang madadak ( misalnya biaya untuk menyusun skripsi , maka bila dia mempunyai polis asuransi kebutuhan tersebut maka akan dapat dipenuhi dengan mudah, dengan mengadakan polis asuransinya kepada perusahaan asuransi yang bersangkutan dan hal ini dapat dilakukan dengan mudah.



Seperti yang kita ketahui bahwa sebagian besar dari lembaga-lembaga social yang memberikan jasa-jasa social yang sangat penting bagi masyarakat ( panti-panti asuhan, panti pendidikan penderita cacad dan sebagainya ), menggantungkan sebagian besar kebutuhan dana operasionalnya dari sumbangan atau hadiah dari berbagai pihak ( para “Donatur “), yang umumnya terdiri dari para pengusaha.

Dalam kondisi perekonomian yang penuh dengan ketidak- pastian, mungkin akan mengakibatkan timbulnya keragu-raguan bagi para donatur untuk tetap memberikan sumbangan, karena ketakutan akan kehilangan harta kekayaan atau tidak terjaminnya hari tuanya.

Tetapi bila para donatur tersebut telah mengasuransikan dirinya terhadap risiko-risiko yang dimaksud, maka keragu-raguan dan ketakutan menjadi tidak ada lagi, sehingga yang bersangkutan tetap dapat menjadi donatur yang setia, sehingga akibatnya lembaga-lembaga social tetap dapat melaksanakan aktivitasnya dengan sebaik-baiknya.


7.  Memberikan Manfaat Terhadap Pemupukan Kekayaan

Setiap orang umumnya mempunyai pandangan dan rencana untuk dapat memenuhi kebutuhan masa depannya sendiri maupun untuk orang-orang yang tergantung kepadanya.

Sehubung dengan hal tersebut, seseorang dengan tingkat penghasilannya yang diperoleh saat ini akan dapat menghitung atau menentukan jumlah kekayaan yang diinginkan, yang dapat diakumulasikan selama jangka waktu tertentu. Untuk mereralisir keinginan tersebut, salah satu cara yang dapat ditempuh dengan menutup atau membeli polis asuransi untuk sejumlah kekayaan ( dana ) yang diinginkan. Dengan demikian kekayaan yang diinginkan tersebut pasti dapat tersedia pada saat diperlukan, sesuai dengan yang telah direncanakan.


8.  Stimulasi Menabung

Secara sempit memang dapat dikatakan bahwa asuransi adalah berhubungan masalah ganti rugi, tetapi mengingat dala asuransi jiwa telah ditambahkan klausul dimana unsur penabungan lebih ditonjolkan, maka unsure ini tidak dapat diabaikan begitu saja dalam membahas peranan asuransi. Masalah ada sejumlah perusahaanasuransi jiwa yang memberikan tekanan khusus pada unsur tabungan tersebut. Disamping itu juga mulai diintrodusir penggabungan / pengombinasian program asuransi tabungan.

Contoh : “ Taska” (Tabungan Asuransi Berjangka) yang diselenggarakan oleh bank-bank milik pemerintah ( BUMN).

Kelebihan asuransi jiwa yang disertai dengan elemen tabungan dengan tabungan biasa adalah : karena premi asuransi (termasuk unsur tabungannya ) mempunyai jatuh tempo secara teratur (pasti) dan telah disistimatisir, dimana pemegang polis harus menabung/membayar premi secara teratur, sehingga kewajiban menabung dapat dipandang sebagai hutang.


9.  Menyediakan Dana Yang Dibutuhkan Untuk Investasi

Meskipun sebetulnya bukan merupakan fungsi utama dari asuransi, tetapi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan asuransi telah berkembang sedemikian rupa, sehingga memegang peranan yang cukup penting dalam menyediakan dana yang dibutuhkan dalam berbagi macam kegiatan maupun pembangunan ekonomi.


B.  Aspek Produktif Asuransi

Peranan asuransi sendiri dalam memproduktifkan kegiatan ekonomi dan sosial adalah :


            Apabila seseorang atau pengusaha tertentu membutuhkan dana dari bank/kreditur, maka biasanya kreditur akan mensyaratkan adanya asuransi bagi barang-barang yang dipakai sebagai jaminan atau ada asuransi untuk kreditnya itu sendiri.



2.     Mempercepat laju pertumbuhan ekonomi

         Kontrak-kontrak dalam asuransi umum/kerugian biasanya mennyaratkan agar premi dibayar dimuka dan dana tersebut menjadi millik peruahaan asuransi. Dalam perjalanan hidupnya perusahaan-perusahaan asuransi telah mampu mengakumulir dana dalam jumlah yang tidak kecil, dana-dana yang berhasil dikumpulkan tersebut biasanya ditanamkan di berbagai bidang usaha, baik mendapatkan sumber biaya untuk pengoperasian kegiatan asuransi maupun untuk menambah pendapatan. Jadi dana yang dihimpun oleh perusahaan asuransi merupakan salah satu sumber dana yang sangat berarti dalam mempercepat laju perkembangan ekonomi.




         Dalam rangka untuk dapat menarik modal untuk membiayai bidang-bidang usaha yang berisiko besar, maka tingkat pendapat/return/bunga yang akan diberikan kepada pemilik modal harus tinggi pula. Bila risiko yang dihadapi itu dapat dialihkan/diasuransikan maka risiko yang dihadapi pemilik modal menjadi lebih kecil, maka pemilik modal akan bersedia menerima tingkat bunga (return) yang lebih rendah. Hal ini berarti biaya modal yang harus ditanggung oleh perusahaan (pemakai modal) akan lebih kecil.

4.       Menjamin Kestabilan Perusahaan

         Apabila suatu perusahaan mengikutsertakan karyawannya dalam program asuransi, akan membawa dampak psikologis yang snagat berarti bagi karyawannya, yang selanjutnya akan berdampak positif terhadap perilaku mereka yang akan sangat menguntungkan bagi perusahaan, terutama yang berkaitan dengan masalah pengelolaan sumber daya manusia dan pencapaian efisiensi dan efektivitas kerja mereka.


         Perusahaan asuransi melakukan usaha-usaha yang sifatnya mendorong perusahaan/individu yang menjadi tertanggung, untuk meningkatkan upaya-upaya pencegahan/melindungi diri dari bahaya-bahaya yang dapat menimbulkan kerugian.



6.      Membantu Upaya Peningkatan Konservasi Kesehatan

         Usaha lain yang dilakukan untuk menghindari/memperkecil penyebab timbulnya kerugian adalah kampanye-kampanye yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asuransi jiwa kepada para pemegang polis khususnya maupun kepada masyarakat umumnya, yang berkaitan dengan upaya pencegahan kematian atau pemeliharaan kesehatan.



C. Asuransi dan Teori Guna Batas

Bagaimanakah asuransi Apabila  masih dapat menarik modal yang begitu besar dan memberikan santunan serta memungkinkan perusahaan asuransi menekan biaya kerugian?

Jawaban



1. Melalui pengelompokkan risiko, perusahaan asuransi berhasil menekan sejauh mungkin ketidakpastian. Ketidakpastian tersebut akan sangat besar apabila masing-masing risiko dipertimbangkan sendiri, tetapi bila risiko tersebut dipertimbangkan secara kelompok (dalam jumlah yang memadai), maka ketidakpastiannya dapat ditekan/diperkecil (hukum bilangan besar).

2.  Melalui analisis cara kerja “teori nilai guna batas” (marginal utility theory), dimana dalam suatu periode tertentu unit-unit selanjutnya dari barang yang

dikonsumsi akan memberikan nilai kegunaan yang semakin berkurang. Pernyataan ini dalam teori ekonomi lebih dikenal dengan “Hukum Gossen I”.

D. Faktor-faktor yang mendorong timbulnya usaha Asuransi

Ada beberapa kondisi yang memungkinkan berkembangnya usaha asuransi, kondisi tersebut antara lain :

1.    Sistem ekonomi masyarakat terbentuk perekonomian bebas

2.    Masyarakatnya sudah sangat maju dan merupakan masyarakat industry

3.    Peraturan perundang – undangan sudah terorganisasi dengan baik.



E. Fungsi Asuransi

Disamping sebagai bentuk pengendalian risiko (secara finansial), asuransi juga memiliki berbagai manfaat yang diklasifikasikan ke dalam beberapa fungsi sebagai berikut:


1.     Fungsi Utama (Primer)


     a) Pengalihan Resiko

Sebagai sarana atau mekanisme pengalihan kemungkinan resiko / kerugian (chance of loss) dari tertanggung sebagai ”Original Risk Bearer” kepada satu atau beberapa penanggung     (a risk transfer mechanism). Sehingga ketidakpastian (uncertainty) yang berupa kemungkinan terjadinya kerugian sebagai akibat suatu peristiwa tidak terduga, akan berubah menjadi proteksi asuransi yang pasti (certainty) merubah kerugian menjadi ganti rugi atau santunan klaim dengan syarat pembayaran premi.



b) Penghimpun Dana

Sebagai penghimpun dana dari masyarakat (pemegang polis) yang akan dibayarkan kepada mereka yang mengalami musibah, dana yang dihimpun tersebut berupa premi atau biaya ber- asuransi yang dibayar oleh tertanggung kepada penanggung, dikelola sedemikian rupa sehingga dana tersebut berkemang, yang kelak akan akan dipergunakan untuk membayar kerugian yang mungkin akan diderita salah seorang tertanggung.



c)  Premi Seimbang

Untuk mengatur sedemikian rupa sehingga pembayaran premi yang dilakukan oleh masing – masing tertanggung adalah seimbang dan wajar dibandingkan dengan resiko yang dialihkannya kepada penanggung (equitable premium). Dan besar kecilnya premi yang harus dibayarkan tertanggung dihitung berdasarkan suatu tarip premi (rate of premium) dikalikan dengan Nilai Pertanggungan.



2.     Fungsi Tambahan (Sekunder)

       a)     Export Terselubung (invisible export)

                  Sebagai    penjualan    terselubung   komoditas   atau barang-barang   tak   nyata
          (intangible product) keluar negeri.

       b)    Perangsang Pertumbuhan Ekonomi (stimulus ekonomi) 
            Adalah  untuk  merangsang pertumbuhan  usaha,  mencegah kerugian,  pengendalian
          kerugian, memiliki manfaat sosial dan sebagai tabungan.

       c)     Sarana tabungan investasi dana dan invisible earnings 

      d)     Sarana Pencegah & Pengendalian Kerugian





Sumber:







Friday, July 5, 2013

Premanisme di Jakarta

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi


BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?”









Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram.

Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai tubuhnya terguncang ke belakang. Mendekat ke Hasan, ia ikut membaca beberapa helai kertas. Para pemuda lainnya, sekitar sepuluh orang, duduk diam. Mereka menanti sang bos menghitung “peluang bisnis” hari itu.

Setengah jam kemudian, rombongan enam orang meninggalkan mes dengan Daihatsu Xenia perak. Dua orang lainnya terpisah dengan sedan tua. Tujuan mereka satu rumah toko di kawasan Bukit Indah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam catatan, pemiliknya seorang pemasok perusahaan pengeboran. Ia berutang Rp 3 miliar kepada pemberi order penagihan utang.

Sebelum mereka berangkat, Umar menelepon seorang petugas di Kepolisian Sektor Kelapa Gading. Ia menyampaikan rencana kedatangan anak buahnya di wilayah itu. “Ini koordinasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya kepada Tempo.

Kepala Polsek Kelapa Gading Komisaris Donny Adityawarman mengatakan pernah mendengar nama Umar. Tapi ia mengaku belum pernah bertemu langsung. “Mungkin dia telepon anak buah saya,” katanya ketika dimintai konfirmasi. Ia menganggap penting “koordinasi” semacam itu, “Agar tidak terjadi kericuhan di lapangan.”

Mobil melaju cepat. Sopirnya sembrono, sering mengerem atau membelok mendadak. Hasan masih mengomel soal keributan kecil di mes tadi. Radio memutar musik dangdut. Di perjalanan, seorang polisi meminta mobil menepi. Mobil terus berjalan. Polisi tadi hanya mencatat pelat nomor mobil.

Di daerah Kelapa Gading, Hasan semakin bersungut-sungut. Alamat di dokumen ternyata tidak jelas. “Mana ada Jalan Kelapa Gading?” ia berkata. Anggota rombongan sibuk menelepon, menanyakan alamat yang tepat. Alhasil, mobil berputar-putar sekitar dua puluh menit, sebelum menemukan rumah tujuan.

Sebelum turun dari mobil, Hasan mengeluarkan perintah, “Itu mobilnya, jaga!” Ia menunjuk mobil Mitsubishi merah marun. Anak buahnya menyebar di sepanjang lapangan parkir. Hasan masuk menemui resepsionis. Penerima tamu kantor itu didampingi lelaki berseragam tentara dan seorang pemuda, yang juga berbadan gelap.

Si tentara mengatakan, Terro, sang pengusaha pengutang, keluar kantor. Hasan tidak percaya. Ia didampingi seorang rekannya lalu masuk dan naik ke lantai dua. Terdengar bunyi barang jatuh dan bentakan. Ia masuk ke ruang Terro, yang terkejut. Negosiasi berlangsung sekitar setengah jam. Pada akhirnya, tuan rumah berjanji akan mencicil utangnya. Cicilan pertama, Rp 50 juta, akan dibayar pekan berikutnya.

Para penagih puas, mereka lalu beranjak. Sebelum ke luar gedung, mereka menyalami akrab lelaki berseragam tentara dan pemuda di ruang tamu. Mobil lalu meluncur ke arah Manggarai. “Di sini tentara yang jaga lebih banyak,” kata Hasan. Tujuan kedua, seorang pengutang satu bank perkreditan rakyat, yang kerabatnya tentara.

Di lokasi, rombongan penagih disambut seorang lelaki-para penagih menduganya intel-dua polisi, dan dua tentara. Para penagih menyebar. Empat orang masuk halaman rumah, empat lainnya menyebar di gang berjaga-jaga. Kali ini negosiasi lebih alot. Si pengutang tidak ada di tempat. Ketika penagih menunggu, datang mobil patroli polisi dan dua lelaki berkaus tentara.

Hasan memerintahkan anak buahnya membeli nasi padang. Ia sendiri emoh makan “jika urusan belum selesai”. Tak berapa lama, muncul seorang lelaki gondrong. Ia membagi beberapa helai fotokopi buat Hasan dan anak buahnya. Isinya tawaran mediasi pada pekan berikutnya. Hasan puas dengan tawaran ini. Rombongan balik menuju mes.

Umar mengatakan telah melayani jasa penagih utang sepuluh tahun terakhir. Ia mengatakan, sebelum menerima order, “tim hukum”-nya mengkaji dulu dokumennya. Kadang kala pemberi kuasa memiliki posisi kuat. Kali lain justru sebaliknya. Ia tak menolak order dari pihak yang lemah posisi hukumnya.

Menurut dia, bagian untuk penagih utang sekitar 30 persen dari jumlah utang yang dapat ditagih. “Kadang bisa lebih jika tingkat kesulitannya tinggi,” katanya. Jika target terbilang bandel, ia punya cara menaklukkannya. Ia akan mengirim orang dalam jumlah besar ke rumah atau kantor si pengutang. “Sekadar duduk-duduk saja,” katanya.

Ia mengatakan tak pernah memerintahkan anak buahnya melakukan kekerasan. Menurut dia, sepuluh orang anak buahnya yang melakukan kekerasan langsung dikirim pulang ke kampung di Desa Kei, Maluku Tenggara. “Tidak boleh balik ke Jakarta,” ujarnya.

Umar mengatakan memiliki banyak mes sejenis di berbagai tempat di Jakarta. Tak hanya dari kampung halamannya di Ambon, ia merekrut pemuda dari daerah lain. Jika kurang orang, ia akan mengerahkan pemuda dari mes terdekat dengan lokasi penagihan.

Dua-tiga tahun terakhir, Umar meresmikan usahanya. Ia mendirikan PT Dimida Mitra Mandiri, yang berkantor di kawasan Cibubur. Perusahaan ini rencananya akan menyuplai tenaga sekuriti kantor, parkir, atau mal hingga pengerjaan proyek-proyek ringan pemerintah, seperti pengecatan.

Umar mengklaim perusahaannya mempekerjakan 4.000 orang di berbagai titik di Ibu Kota. Ia juga bermain dalam jasa penjagaan tanah sengketa. Satu aksinya sempat menarik perhatian media massa, ketika ia membela Umar bin Ramin yang bersengketa dengan PT Astra Honda Motor pada pertengahan tahun lalu.

Lahan seluas 11.370 meter persegi itu telah dipakai untuk gudang suku cadang Astra selama beberapa tahun. Padahal Umar bin Ramin merasa tidak pernah menjual lahannya. Umar Kei lantas mengerahkan sekitar empat ratus anak buahnya untuk memasuki lahan. Ujung-ujungnya, ia ditangkap dan disidang dengan tuduhan melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Tapi pengadilan membebaskannya.

Gudang perusahaan mobil itu akhirnya dirobohkan pada September tahun lalu. Kemenangan ini membuat Umar Kei sumringah. “Anda sekarang tahu siapa Umar Kei,” kata Umar kepada salah satu penasihat hukum Astra.

Penagihan utang dan penjagaan lahan sengketa merupakan satu usaha yang dilakukan para jagoan. Usaha lainnya mengelola parkir atau pengamanan kantor. Usaha ini yang dipilih Abraham Lunggana, 50 tahun. Mendirikan PT Putraja Perkasa pada awal 2000, ia masuk jasa pengelolaan parkir dan pengamanan. Putraja memiliki anak perusahaan, PT Sacom. Abraham mengklaim mempekerjakan sekitar 4.000 tenaga kerja. “Dulu sempat lebih besar dari itu,” katanya.

Anak buah Abraham-dikenal dengan panggilan Lulung-menangani pengamanan Blok F Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, tempat para pedagang kelontong. Ia mengambil alih “kekuasaan” yang sebelumnya dipegang oleh seorang jawara bernama Muhammad Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing, 62 tahun.

Setiap hari, sekitar lima puluh orang berjaga dan terbagi dalam tiga shift. Ini belum termasuk petugas “pengamanan wilayah”, yang berpakaian preman. Mereka juga menertibkan pedagang yang berjualan di luar lokasi yang ditentukan. “Kadang-kadang suka ada pedagang yang buka lapak di jalan masuk,” kata Iskandar Alan, anggota staf Putraja.

Lulung mengatakan perusahaannya menangani pengamanan sejumlah area strategis di kawasan Jalan Thamrin dan beberapa tempat lain, termasuk Rumah Sakit Fatmawati. Pemuda dari perusahaan ini kebanyakan putus sekolah. “Ada juga satu-dua yang berlatar belakang kriminal,” kata Alan. “Perusahaan ini memperoleh semacam sertifikat kelayakan dari kepolisian.”

Para pemuda itu dibayar dengan standar upah minimum regional, sekitar Rp 1,2 juta per bulan. “Sedangkan manajemen memperoleh management fee dari user,” katanya. Ia menolak menyebutkan kisaran jumlahnya.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, mengatakan penggunaan jasa pengamanan dan pengelolaan parkir eksternal sudah diterapkan sejak setahun lalu. Ia membenarkan perusahaan Lulung memenangi tender dari perusahaan milik Ucu.

Soal mantan kriminal yang masuk menjadi sekuriti lewat perusahaan penyedia ini, Djangga mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada perusahaan penyalur. “Yang penting, ada sertifikat kelayakan dari kepolisian,” katanya. Jika layanan tidak memuaskan, “Kami tidak akan memperpanjang kontrak.”

Untuk perparkiran dan sekuriti, Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, juga menggunakan jasa Putraja. Atom Kadem, kepala unit yang melakukan proses tender, mengatakan manajemen rumah sakit mematok setoran per bulan yang wajib dipenuhi Putraja.

Di bisnis penjagaan ini, kelompok Forum Betawi Rempug juga ikut bermain. Koordinator Wilayah Jakarta Timur, Abdul Manan, mengatakan, ia bekerja sama dengan PT Target. Sejauh ini ia sudah menyalurkan tiga puluhan pemuda Betawi sebagai petugas satuan pengamanan kantor dan mal.

Untuk jasa pengamanan pasar atau mal, Umar Kei mengatakan para pemuda Ambon kurang berminat. Alasannya, harus mengenakan seragam. Ia mengatakan, “Kami punya harga diri tinggi.”
Dari Blowfish ke Ampera

KEHIDUPAN malam menggelegak ketika penduduk kota mulai terlelap. Musik berdentam di Blowfish Kitchen and Bar, City Plaza, Wisma Mulia, Jakarta Selatan. Sabtu malam akhir Oktober lalu, para clubber datang dengan kostum khusus. Ini pesta malam Halloween. Semua berlomba menjadi sosok yang seram-seram.

Pengunjung dipungut Rp 100 ribu per orang, hadiahnya segelas minuman. Sedangkan anggota klub cukup menunjukkan kartu. Hingga pukul setengah tiga dinihari, ribuan remaja menyesaki klub malam itu. “Biasanya hanya separuhnya,” kata seorang petugas keamanan di sana.

Muda-mudi berjingkrakan, sebagian perempuan menari gila-mengentakkan tubuhnya yang berbusana minim. Pakaiannya penuh belahan di sana-sini. Tak sedikit yang berdisko di sofa. Semua bangku dan kursi terisi. Jam terus berputar dan pengunjung makin membeludak.

Satu-dua mulai tumbang. Dengan terhuyung, beberapa perempuan dipapah pasangannya. Pada malam yang semakin panas, tak jarang muncul pertengkaran. Petugas segera turun tangan, tak mau keributan kecil berbuntut panjang. Seorang petugas keamanan mengatakan penjagaan diperketat untuk mencegah kekerasan seperti yang meletup pada awal April lalu.

Kisahnya bermula pada Jumat malam, 2 April silam. Ketika itu seorang pengunjung bernama Albert Altanya datang ke bar. Sumber Tempo mengatakan Albert belum memesan meja dan bersitegang dengan petugas keamanan. Entah siapa yang memulai, ia kena pukul penjaga. Manajer Operasional Blowfish, Agung Budi Santosa, mengatakan hanya anggota yang boleh masuk. “Sepertinya ada salah paham,” katanya dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pertengahan bulan lalu.

Esoknya, Agrafinus Rumatora alias Nus Kei ditelepon rekannya, Matius Roy Willa, agar datang ke Blowfish. Keduanya mengenal Albert Altanya. Nus, Matius, dan Albert-ketiganya anggota kelompok Ambon dari Kei-segera meluncur bersama belasan orang lain. Setelah memesan meja, mereka pun segera minum. Sekitar pukul 22.00, Fredi, petugas keamanan, meminta Nus menemui manajer bar. Nus menolak. Menjelang tengah malam, Fredi mengulang permintaannya.

Nus menuruti permintaan itu. Ia ternyata ditemui Roy, kepala keamanan Blowfish, yang didampingi lima anggotanya. Albert, yang terlibat keributan malam sebelumnya, datang. “Teman Roy langsung menghajarnya,” kata Nus. Teman-teman Roy di dekat pintu ikut pula menyerang. Tapi Clement, salah satu tokoh Flores, membantah akhir cerita ini. Menurut dia, justru Roy yang menyelamatkan Nus dari baku hantam tadi. Melalui pintu belakang, Nus dibawa keluar bersama pengunjung lain.

Para penjaga Blowfish sudah mengantisipasi keadaan setelah bentrokan Jumat malam itu. Muhammad Sarip alias Mat, petugas keamanan, menghubungi Kanor Lolo, pemuda asal Flores Ende. Ketika menerima telepon, Kanor sedang berada di rumah kontrakannya di sekitar Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kepada polisi, Kanor mengatakan bahwa dia diminta Mat datang ke Blowfish. Mat merasa terancam setelah peristiwa Jumat malam. Naik taksi, Kanor berangkat bersama rekannya, Bernadus Malelak, David Too, dan Rando Rili.

Sampai di Blowfish sekitar pukul 23.30, mereka diminta Mat berjaga di lobi. Sejam kemudian, Kanor melihat cekcok Roy, Nus, dan Albert. Tiba-tiba lampu mati dan perkelahian meledak. Empat orang ini masuk melalui pintu keluar. “Saya mengambil besi pembatas jalur dan memukul Yoppie Ingrat Tuban tiga kali,” kata Kanor kepada polisi pada 21 Juli 2010. Yoppie adalah anggota rombongan kelompok Kei.

Dalam pemeriksaan polisi, Bernadus mengatakan, dalam situasi gelap, dia mengambil besi. Ia memukul orang yang hendak menyerangnya. Ia lalu menggunakan parang yang tergeletak di lantai untuk membacok lawan. M. Soleh dari kelompok Kei tewas dalam perkelahian itu. Yoppie, yang mengalami banyak luka bacok, dilarikan ke Rumah Sakit Medistra. Dua pekan kemudian dia pun tewas.

Seorang tetua Flores yang menguasai wilayah selatan Jakarta menyatakan, kedua kelompok berebut bisnis pemasok keperluan pub atau restoran, antara lain minuman keras. Sumber Tempo di kepolisian mengatakan, kelompok-kelompok ini juga bersaing memasarkan narkotik. “Ngapain bunuh-bunuhan kalau cuma berebut bisnis pengamanan,” katanya. Menurut seorang perwira polisi, pusat perebutan pengaruh itu melibatkan Thalib Makarim dan John “Kei” Refra. Thalib adalah tokoh muda Flores yang sedang naik daun. Ia menguasai banyak tempat hiburan, termasuk Blowfish, Puro, dan DragonFly.

Sedangkan John, yang dianggap salah satu pemimpin Kei, bergerak di wilayah yang sama. Dia juga ingin menguasai jasa pengamanan. Agar berhasil, John berusaha masuk lingkaran dalam seorang pengusaha yang dikenal dekat dengan dunia gelap. Di sini Thalib kabarnya berada di atas angin, karena lebih dulu masuk ring dalam pengusaha yang sama.

Nus mengatakan, banyak penjaga keamanan Blowfish dari Flores Ende. Pemimpinnya Thalib. Namun dia membantah bila dikatakan bahwa pertengkaran itu dilakukan demi merebut bisnis orang. Adik John, Tito Refra, pun menyangkal. “Kita paling pantang jadi satpam, gengsi kita tinggi,” katanya. Ia mengatakan, teman-temannya merasa terinjak harga dirinya dengan peristiwa di Blowfish. Thalib dan John tak bersedia bersuara. Surat dan telepon permintaan wawancara Tempo tak mereka tanggapi.

Setelah keributan berdarah itu, empat orang diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mereka adalah Kanor Lolo, Bernadus Malelak, David Too, dan Rando Rili. Kelompok Kei, termasuk Tito, selalu mendatangi persidangan mereka.

Dalam sidang pada pertengahan September 2010, anggota kelompok Kei memukul Kanor Lolo dan Bernadus Malelak. Menurut Nus, kawan-kawannya tidak puas karena terdakwa bukan orang yang membunuh Soleh dan Yoppie Ingrat. “Mereka dikorbanin untuk jadi tersangka,” kata Nus.

Sepekan kemudian, teman-teman Kanor dan Bernadus menuntut balas. Menumpang bus mini, puluhan lelaki Flores turun ke pengadilan. Mereka menenteng golok, pedang, dan senjata lain. Bentrok antara mereka dan kelompok Kei pecah di terik matahari. Sekitar 300 polisi yang berjaga tak banyak berbuat.

Dalam perkelahian sekitar satu jam ini, terdengar letusan senjata api. Satu tembakan mengenai dada Tito Kei. Kelompok Kei membalas serangan. Korban berjatuhan. Agustinus Tomas dan Frederik Pilo Let Let dari kelompok Maluku tewas.

Ditemui pada pertengahan bulan lalu, Tito membanggakan luka tembak di dada kirinya. Ia mengatakan terhindar dari maut berkat ajimat yang ia miliki. Katanya, “Peluru hanya tiga milimeter dari jantung saya.”


Referensi: http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135106.id.html

Tips sederhana menghilangkan jerawat


Kemunculan jerawat memang seringkali tidak diundang. Bekerjanya hormon memang tidak mengenal kejadian dan waktu. Reaksi hormon yang memicu munculnya jerawat terkadang muncul disaat – saat yang tidak diinginkan. Misalnya ketika mendekati pesta, ulang tahun, pertemuan atau acara – acara penting.
Bila kehadiran jerawat terasa sangat mengganggu anda, tentunya anda tak dapat menyembuhkannya dalam hitungan jam. Terkadang jerawat baru akan menghilang dalam beberapa hari, bahkan minggu. Oleh karenanya, yang dapat anda lakukan hanya ‘mengakali’ si jerawat tersebut agar keberadaannya dapat sedikit tersamarkan.

3 Tips Sederhana Untuk Menyembunyikan Jerawat Anda

Tiga trik sederhana berikut adalah pilihan terakhir anda, yaitu menyembunyikannya! Ya, beberapa trik berikut memang tidak dapat menyembuhkan, tapi setidaknya keberadaan jerawat yang muncul tiba – tiba tersebut tidak akan menurunkan rasa percaya diri anda.
Sebelum mencoba ketiga trik berikut, cucilah terlebih dahulu wajah anda agar hasil dandanan anda lebih sempurna dan tahan lama.
3 trik sederhana untuk menyembunyikan jerawat yang dilansir oleh Cosmetic Skin & Surgery Center:
Menyembunyikan Jerawat 1 – Gunakan Concealer
Hal pertama yang bisa anda akali adalah dengan memakai concealer sebagai dasar. Dengan mengoleskan concealer pada bintik jerawat anda dapat mengurangi kontras dan menyamarkan jerawat. Setelah mengoleskan Concealer, ratakan dengan spons ringan. Jangan gunakan concealer terlalu tebal karena justru akan terlihat aneh dan semakin mempertegas keberadaan jerawat. Gunakan secukupnya saja.
Menyembunyikan Jerawat 2 – Gunakan Foundation
Langkah kedua adalah dengan melapisinya pakai alas bedak. Hampir sama seperti cara pertama, poleskan bedak secukupnya lalu ratakan dengan spons ringan. Sapukan hingga menyeluruh termasuk ke wajah anda.
Menyembunyikan Jerawat 3 – Bedak non-oil
Langkah berikutnya adalah menggunakan bedak non-oil yang tidak mengandung minyak untuk melapisi permukaan kulit wajah termasuk jerawat anda. Bedak yang tidak mengandung minyak akan membuat dandanan wajah anda nampak lebih natural dan alami. Pakai kuas dandanan yang berukuran agak besar untuk menggunakan bedak ini agar lebih merata.
Kini, penampilan anda akan lebih baik. Meskipun jerawat tidak dapat dihilangkan disaat darurat, namun setidaknya anda telah melakukan sesuatu untuk menutupi si jerawat tersebut dan jangan lupa agar segera mencuci wajah anda pada malam hari. Jangan biarkan bahan kosmetik menempel pada wajah anda terlalu lama untuk menghindari wajah anda dari masalah lainnya. Hal terakhir yang perlu diingat,  anda tak perlu merasa minder berlebihan oleh karena jerawat yang muncul disaat – saat penting karena jerawat bisa muncul di wajah siapa saja tanpa kecuali. Bahkan artis sekalipun.